Profil Desa

Desa Sungai Petai

Mengenal lebih dekat Desa Sungai Petai melalui informasi umum, kondisi geografis, batas wilayah, potensi desa, serta sejarah perkembangan desa.

745

Jumlah Penduduk

Talo Kecil

Kecamatan

2.032 Hektar

Luas Wilayah

Informasi Desa

Tentang Desa Sungai Petai

Informasi umum mengenai identitas dan kondisi geografis Desa Sungai Petai.

Identitas Desa

Nama Desa Desa Sungai Petai
Kecamatan Talo Kecil
Kabupaten Seluma
Provinsi Bengkulu

Kondisi Geografis

Luas Wilayah 2.032 Hektar
Topografi Perbukitan
Wilayah Desa

Batas Wilayah

Desa Sungai Petai berbatasan dengan beberapa desa di wilayah Kabupaten Seluma.

Utara

Desa Pagar Agung, Kecamatan Ulu Talo

Timur

Desa Gunung Megang, Kecamatan Semidang Alas

Selatan

Desa Lubuk Lagan

Barat

Desa Lubuk Ngantungan

Potensi Desa

Potensi Unggulan Desa

Berbagai potensi yang dimiliki Desa Sungai Petai sebagai modal pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Desa Sungai Petai memiliki potensi utama pada sektor pertanian dan perkebunan. Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani dengan komoditas utama kelapa sawit, karet, dan padi. Selain itu, desa memiliki lahan yang cukup luas untuk pengembangan sektor pertanian, peternakan, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Potensi sumber daya alam dan semangat gotong royong masyarakat menjadi modal penting dalam meningkatkan perekonomian dan pembangunan Desa Sungai Petai.
Sejarah Desa

Sejarah Desa Sungai Petai

Perjalanan sejarah Desa Sungai Petai dari awal berdiri hingga berkembang menjadi desa seperti sekarang.

Desa Sungai Petai bermula sekitar tahun 1928 ketika beberapa pendatang dari Desa Lubuk Ngantungan membuka lahan pertanian di daerah yang memiliki pohon petai besar di tepi aliran sungai. Dari keberadaan sungai dan pohon petai tersebut lahirlah nama "Sungai Petai". Pada tahun 1931 wilayah ini masih berada di bawah Depati Lubuk Ngantungan, kemudian pada tahun 1933 resmi menjadi Desa Sungai Petai seiring bertambahnya jumlah penduduk. Sejak saat itu desa dipimpin oleh beberapa kepala desa yang terus mendorong pembangunan di berbagai bidang, seperti pendidikan, infrastruktur, dan pelayanan masyarakat hingga berkembang menjadi desa seperti saat ini.